Langsung ke konten utama

Menjawab Pertanyaan Anak Seputar Seks




Misalnya anak Ibuk yang  baru berumur empat atau lima tahunan, pulang dari maen ke rumah tetangga, tiba-tiba bertanya,"Mak, seks itu apa sih?"


Aduuh..kayak ditabok gak tuh, Buk?

Aku yakin, telinga, kepala dan dada, rasanya kayak mengeluarkan hawa panas. Lalu pikiran langsung bergentayangan,"Ih, tadi denger apa anakku di sana, ya?  Nengok apa dia di sana? Ngapain aja tetangga tadi?"

Aduaduadu..panik!

Nggak bisa disalahin juga sih reaksi terkejut seperti itu. Budaya orang zaman dulu,   anak tidak boleh bicara urusannya 'orang besar'. Belum-belum langsung dibilang 'pantang', diancam mulutnya mau dicabein, ngomongin itu dianggap tabu, akibatnya, anak bahkan tidak tahu menyebut bagian tubuh mereka sendiri.

Padahal bisa saja, anak baru mendengar orang-orang dewasa ngobrol, kalimat yang diucapkan memancing kehebohan, karena menimbulkan kasak-kusuk, tertawa cekikikan, akibatnya mengundang rasa ingin tahu si anak. Pahamlah kita, ya, kek mana kalau orang dewasa ngomongin masalah yang satu ini?🤫

"Dih, ada apa sih sama seks itu? Kok kayaknya mereka senang kali ngomonginnya?" Nanti kutanya Mamalah di rumah." sesederhana itu pikiran mereka, Buk.




Makanya, hati-hati kalau bicara. Perlu tengok kanan kiri, ada gak di sekitar kita anak-anak? Kalau ada, tahaaan..
Jangan dikira mereka tidak merekam pembicaraan orang dewasa loh.

Jadi, seandainya disodori pertanyaan semacam ini, jangan cepat-cepat bereaksi, Buk. Tarik nafas, pasang muka santai, senyum biasa, pokoknya setenang mungkin. Usahakan anak-anak tidak membaca air muka kita yang sedang terkejut.

Oh iya, jangan pernah dimarahi atau dibentak-bentak, ya, Buk? Bersyukur karena anak langsung bertanya pada orang yang tepat, yaitu orang tuanya sendiri. Orang yang memang wajib memberikan pengetahuan, untuk bekalnya menghadapi kerasnya dunia luar.

Sesudah menenangkan diri, coba bertanya pada si kecil,"Adek dengar di mana kata-kata seks itu?" sambil menatap sayang padanya, usap kepalanya dan tersenyum tenang.

Lalu, lanjutkan dengan pertanyaan, "Kalau menurut Adek, seks itu apa? Yuk,  kita omongin."

Apapun jawabannya, usahakan dengarkanlah dengan cermat. Ingat, tetap bersikap tenang, sodara..sodara..

Menjawabnya dengan pertanyaan juga, kita bisa menjawab pertanyaannya sesuai usia mereka. Gunakanlah bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh anak. Hindari kata-kata yang vulgar.

Memberikan pendidikan seks sejak dini memang sangat perlu. Eits, jangan bayangkan pendidikan seks itu berupa hal-hal yang berbau porno  Buk, Pak, salah besar ya. 

Tidak hanya Ibu, Bapak juga mempersiapkan diri menjawab pertanyaan anak..😁



Tujuan pendidikan seks pada anak usia dini,  adalah, agar mereka mendapatkan pengetahuan seputar dirinya dan hal apa saja yang tidak boleh dikerjakan. Jika orang tua sudah membekali mereka sejak dini, mereka lebih berhati-hati ketika  bergaul. Tingkat kewaspadaan terhadap orang asing jua akan lebih baik.


Berikut ini adalah kegiatan yang bisa dikategorikan dalam pendidikan seks usia dini.

Mengajarkan Tidur Sendiri

Kalau alasannya masih memberikan asi, batasilah usia mereka hingga 2 tahun, ya, Buk, Pak. Selebihnya, ajari anak tidur sendiri. Untuk awal-awal memang repot, pasti penuh dengan drama tangisan dan rengekan. Tapi sabar, Buk, Pak, temani anak tidur di kamarnya, ketika sudah lelap, harus ditinggal sendirian.

Lamanya latihan bisa beberapa minggu, atau bahkan bisa bulanan, tergantung anaknya. Mereka akan bolak-balik mengetuk pintu kamar kita, gapapa ya, Buk, Pak, temani lagi dan tinggalkan ketika nyenyak, begitu berulang kali. Capek memang, tapi harus tega untuk memperoleh hasil didikan yang baik.

Kalau anak bertanya kenapa Ibuk dan Bapak tidur berdua, padahal sudah besar? Jawablah karena Ibuk dan Bapak adalah suami istri.

Katakan yang Sebenarnya

Buk, Pak, jangan pernah memberikan nama-nama lain terhadap alat vital anak, ya. Katakanlah nama yang sesungguhnya, penis bagi laki-laki, dan vagina untuk perempuan. Kedua nama itu yang akan mereka kenal ketika di bangku pendidikan kelak.

Ajarkan bahwa orang lain tidak boleh menyentuh badan dan alat kelaminnya. Paling tepat memberikan pengetahuan ini, ketika orang tua sedang membersihkan anak sesudah buang air atau memandikan.


"Kok Adik Bayi Keluar dari Vagina?"

Aduuh..pertanyaan ini juga paling bikin bingung, kan, Buk? Dan seringnya, jawaban yang diberikan terus membuat anak penasaran. Pertanyaannya tidak kunjung usai. Tidak jarang, orang tua jadi merasa malu, apalagi jika anak bertanya di tengah keramaian.

^iya, Nak, karena hampir semua yang berada di perut seorang Ibu, keluarnya lewat vagina." begitu kira-kira, Buk, jawabannya..😁

"Kok, adik bayi bisa ada di perut Mama?" hahaha..dijamin muka Ibuk kayak kepiting rebus, kan?🤬🤬

"Iya, seorang suami, dari penisnya akan keluar cairan, namanya sperma. Nah, spermanya harus diletakkan di sebuah tempat, yaitu perut istrinya, perutnya Mama," jawaban ini belum tentu memuaskan anak, loh, Buk. Tapi tetap dicoba, ya?

Kenapa Mama Dadanya Besar?

Pertanyaan ini lebih mudah dijawab..

"Adik bayi, seperti kamu dulu, sewaktu bayi, minumnya air susu ibu, makanya dada Ibuk besar, karena berisi susu, sedangkan Bapak tidak punya susu."

Masih banyak pertanyaan-pertanyaan seru lainnya. Jangan bosan meladeni pertanyaan mereka, ya, Buk. Nanti kalau sudah remaja, mereka juga akan mendapatkan pengetahuan lebih banyak dari jawaban kita. Kelak mereka juga akan berpikir, orang tuanya adalah figur yang terbuka dalam komunikasi.

Oh iya, khususnya ketika mendampingi anak menjelang usia baligh, sebaiknya pengetahuan mengenai darah haid dan mimpi basah, mereka peroleh dari kedua orang tuanya sendiri..🙂

                          Gambar dari pixabay


Tutup dengan pantun oii...

Hujan turun di tengah hari
Batal rencana pergi mengaji
Anak bertanya jangan dimarahi
Supaya paham soal badan sendiri


































Komentar

  1. Anakku mulai tanya-tanya juga, kenapa nggak boleh mandi bareng adeknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Mandi harusnya sendirian saja, kalau bareng nanti ngobrol. Nah, ngobrol di kamar mandi tidak sehat, karena tempat membersihkan kotoran." Coba jawan begitu, Bun😁

      Hapus
  2. Lanjut pantu ooii....

    Artikel awak sangat berarti
    Jika anakku bertanya nanti
    Jawabnya tentu seperti tips di artikel ini

    Hahaha... Nyambung nggak ya? 😂

    BalasHapus
  3. 😁memang kalau anak sudah bertanya hal begini, bikin emak-emak salting dan puyeng nih. Terima kasih tipsnya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa, akh pernah di posisi imi soalnya😃

      Hapus
  4. Beruntung emang anaknya langsung nanya ke orang tuanya langsung, emang penting banget pendidikan seks sejak dini, terutama dari orang tuanya. Aku juga setuju kalau nama-nama alat vital itu sebaiknya beri tahu saja vagina dan penis, jangan dikasih nama yang lain lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, jangan bilang burung, titit, kacuk, dll.
      🤣🤣

      Hapus
  5. Informasi nya sangat menarik, bisa menjadi masukan untuk orang tua yang kadang bingung cari jawaban pertanyaan anak.

    BalasHapus
  6. Informatif dan jadi self reminder buat saya, mengingat duo balita saya mulai suka bertanya secara kritis dan out of the box😀 btw, selalu suka dengan blogpost bu Sri, ga pernah ketinggalan pantunnya 😂😂😂 Salam Horas 😀

    BalasHapus
  7. Makasih mbz pas banget ni. Anak mulai tanya-tanya.

    BalasHapus
  8. Pertanyaan anak kadang bikin bingung ya. Tipsnya boleh dicoba nih.

    BalasHapus
  9. Bener banfet hun..sering mendapat pertanyaan tak terduga dari anak2...

    BalasHapus
  10. Waduuh, kalau tiba-tiba anak nanya hal-hal begitu jadinya esmosi dan spaning kita, karena takutnya anak-anak belajar apa di luar. Alhamdulillah dapat ilmu di sini, makasih Bun..

    BalasHapus
  11. Pertanyaan tak terduga yang selalu diajukan anak kepada orang tuanya seputar sex....ortu mesti punya kamus jawabannya, ya Mba?

    BalasHapus
  12. anakku yg pertama cewek, yg baru lahir laki-laki, pas adeknya mandi dia tanya," itu apa mi?" sambil nunjuk kelamin adek 😁 gitu aja mamak udah ketar-ketir mau jawab haha

    BalasHapus
  13. Jadi inget sebuah banyolan. Saat anak nanya apa itu sex? Si Ibu berusaha keras menjelaskan dengan harapan anaknya paham dengan mudah. Eh ujungnya anaknya nanya. Jadi aku isi apa di kolom sex, Female atau Male??
    Zonk banget dah emaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh..buka kamus, lalu tunjukin artinya😁

      Hapus
  14. Alhamdulillah dapat tips baru lagi buat memperdalam ilmu parenting meski belum jadi parent hehe

    Terimakasih ilmunya mbak

    BalasHapus
  15. Tipsnya vermanfaat sekali.. emmang harus ada persiapan kalau2 anak2 tiba2 bertanya hal yganeh2

    BalasHapus
  16. Noted buat saya nih Mak. Semoga bisa tenang saat pertanyaan ini datang pada kami orangtuanya.

    BalasHapus
  17. Aku lagi konsen bamget ngomongin sex education ini ke anakku yg usianya 5 th, mbak. Blum pernah keluar kata sex sih mbak, karena dia memang blm pernah dgr.

    Tapi aku menerapkan dan mengenalkan anggota tubuh sesuai nama, jenis kelamin, dsb.

    BalasHapus
  18. Pendidikan seks usia dini itu penting ya mba sebenarnya. Kapan itu anakku juga tanya, habis mandi dia trus lihat ke bawah, "ini apa buk"

    Aku senyum trus jawab, "ini namanya kelamin dek, buat pipis. Kalau anus yang belakang itu buat eek." Beberapa hari dia tanya hal yang sama. Setelah itu gak pernah tanya-tanya lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dia memastikan jawaban kita berubah tidak, sesudah paham dan ingat, dia berhenti..🤗

      Hapus
  19. Pertanyaan yang bikin dag dig dug, tapi emang harus disiapkan jawabannya supaya anak nyaman dan terbuka bercerita

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Ketika Pertama Kali Berkunjung ke Sebuah Kafe

Kurasa semua orang sepakat, bahwa tiap sudut wilayah baik di kota maupun desa, menjamur kafe-kafe cantik, berdesain kontemporer, modern atau minimalis, ada yang mengusung konsep tradisional, juga ada yang tetap mempertahankan gaya arsitektur zaman kolonial. Dulu kita menganggap, cuma di kota yang pantas dibangun tempat-tempat nongkrong semacam itu. Anggapan itu sejalan dengan penilaian, kalau orang kota sibuk bekerja, daripada terjebak macet dan lelah di jalan, lebih baik makan terlebih dahulu, pulang-pulang dalam kondisi perut kenyang.  Dulu, orang datang ke restoran atau warung memang untuk membeli makanan. Ada juga yang makan di tempat jualannya, selesai makan langsung pulang, atau beli untuk dibawa pulang, makannya di rumah. Yang namanya duduk berlama-lama rasanya jarang sekali, palingan makan bersama kawan, ngobrol sebentar, tidak lama kemudian, keluar, segan berlama-lama. Sekarang kedai atau tempat minum, yang lebih akrab di telinga dengan sebutan kafe, didesain agar pengu

Tips Santai Saat Menyetrika

                     Gambar diambil dari Pixabay Kalau dibikin polling-pollingan, ternyata sangat jarang yang suka menyetrika dibanding yang suka. Rata-rata lebih milih cuci baju, cuci piring, beberes rumah, masak.  Menggosok (istilah Medan) pakaian jadi list terakhir, tunggu menggunung batu dikerjakan. Menyetrika  memang jarang disukai, bikin pinggang dan leher pegel, ngantuk, bosan, gerah dan kadang pingin marah-marah.. 😅 (salam hormat bagi ibu-ibu pejuang loundry 🙏🏻🙏🏻 ). Saat menyetrika, biasanya nggak bisa disambi mengerjakan pekerjaan lain. Mata nggak bisa lengah, fokus satu titik, meleng sikit, baju angus. Jadi bisa dibayangkan kalok pas nyetrika mata kita ngantuk,  selain pakaian terancam hangus, keselamatan badan juga ikut terancam.  Kayak di kota-kota lain di Indonesia, di Medan juga menjamur tempat ngeloundry. Harganya sangat bersaing, tapi kalau dibanding di Jawa (Semarang dan Jogja, kebetulan anakku kuliah di sana), masih terhitung lebih mahal di sini. Di sa