Langsung ke konten utama

Postingan

Menjawab Pertanyaan Anak Seputar Seks

Misalnya anak Ibuk yang  baru berumur empat atau lima tahunan, pulang dari maen ke rumah tetangga, tiba-tiba bertanya,"Mak, seks itu apa sih?" Aduuh..kayak ditabok gak tuh, Buk? Aku yakin, telinga, kepala dan dada, rasanya kayak mengeluarkan hawa panas. Lalu pikiran langsung bergentayangan,"Ih, tadi denger apa anakku di sana, ya?  Nengok apa dia di sana? Ngapain aja tetangga tadi?" Aduaduadu..panik! Nggak bisa disalahin juga sih reaksi terkejut seperti itu. Budaya orang zaman dulu,   anak tidak boleh bicara urusannya 'orang besar'. Belum-belum langsung dibilang 'pantang', diancam mulutnya mau dicabein, ngomongin itu dianggap tabu, akibatnya, anak bahkan tidak tahu menyebut bagian tubuh mereka sendiri. Padahal bisa saja, anak baru mendengar orang-orang dewasa ngobrol, kalimat yang diucapkan memancing kehebohan, karena menimbulkan kasak-kusuk, tertawa cekikikan, akibatnya mengundang rasa ingin tahu si anak. Pahamlah kita, ya, kek mana kalau orang d
Postingan terbaru

Tips Ketika Pertama Kali Berkunjung ke Sebuah Kafe

Kurasa semua orang sepakat, bahwa tiap sudut wilayah baik di kota maupun desa, menjamur kafe-kafe cantik, berdesain kontemporer, modern atau minimalis, ada yang mengusung konsep tradisional, juga ada yang tetap mempertahankan gaya arsitektur zaman kolonial. Dulu kita menganggap, cuma di kota yang pantas dibangun tempat-tempat nongkrong semacam itu. Anggapan itu sejalan dengan penilaian, kalau orang kota sibuk bekerja, daripada terjebak macet dan lelah di jalan, lebih baik makan terlebih dahulu, pulang-pulang dalam kondisi perut kenyang.  Dulu, orang datang ke restoran atau warung memang untuk membeli makanan. Ada juga yang makan di tempat jualannya, selesai makan langsung pulang, atau beli untuk dibawa pulang, makannya di rumah. Yang namanya duduk berlama-lama rasanya jarang sekali, palingan makan bersama kawan, ngobrol sebentar, tidak lama kemudian, keluar, segan berlama-lama. Sekarang kedai atau tempat minum, yang lebih akrab di telinga dengan sebutan kafe, didesain agar pengu

Tips Santai Saat Menyetrika

                     Gambar diambil dari Pixabay Kalau dibikin polling-pollingan, ternyata sangat jarang yang suka menyetrika dibanding yang suka. Rata-rata lebih milih cuci baju, cuci piring, beberes rumah, masak.  Menggosok (istilah Medan) pakaian jadi list terakhir, tunggu menggunung batu dikerjakan. Menyetrika  memang jarang disukai, bikin pinggang dan leher pegel, ngantuk, bosan, gerah dan kadang pingin marah-marah.. 😅 (salam hormat bagi ibu-ibu pejuang loundry 🙏🏻🙏🏻 ). Saat menyetrika, biasanya nggak bisa disambi mengerjakan pekerjaan lain. Mata nggak bisa lengah, fokus satu titik, meleng sikit, baju angus. Jadi bisa dibayangkan kalok pas nyetrika mata kita ngantuk,  selain pakaian terancam hangus, keselamatan badan juga ikut terancam.  Kayak di kota-kota lain di Indonesia, di Medan juga menjamur tempat ngeloundry. Harganya sangat bersaing, tapi kalau dibanding di Jawa (Semarang dan Jogja, kebetulan anakku kuliah di sana), masih terhitung lebih mahal di sini. Di sa

Perkenalan

    Jalan-jalan ke pasar lima Singgah sebentar membeli buah Blog berisi tips dari Mama untuk pembaca Semoga bermanfaat walau tidak ‘wah’   Jadi sebetulnya aku bikin blog bukan pertama kali. Sudah entah ke berapa kali pokoknya. Namanya pun ganti-ganti, dari yang isinya remeh temeh sampai yang serius. Bahkan, sudah ada yang berdomain pula. Gara-garanya waktu itu, aku pernah mau fokus nulis cerita fiksi saja,   sok-sok anlah ceritanya, akhirnya blog kutinggalkan. Aku mulai kirim-kirim cerpen lagi ke media, nggak ada yang dimuat. Terus muncul keinginan nulis novel, tapi rasanya aku nggak bisa mengkhayal sepanjang itu, bercerita panjang berunut-runut gitu bukan keahlianku ternyata. Susahnyaa.. ya ampuun. Menurutku ceritanya garing, muter-muter, mbulet.. Dulu..aku pernah memenangi event menulis cerita pendek, tulisanku juga pernah dimuat di majalah wanita. Dari menulis   cerpen pernah menginap gratis ke Jakarta, karena diundang untuk menjemput hadiah. Cerita anak pun suda